musicpromote.online Pemerintah Kota Ambon resmi menutup rangkaian Amboina International Music Festival melalui gelaran World Music Concert: Culture Park. Konser ini menjadi puncak perayaan enam tahun Ambon City of Music, sebuah tonggak penting yang menegaskan posisi Ambon sebagai kota yang hidup oleh musik, kolaborasi, dan identitas budaya yang kuat.
Digelar di Taman Budaya Karang Panjang, penutupan AIMF berlangsung meriah dan inklusif. Panggung world music menghadirkan nuansa lintas budaya yang merayakan keberagaman bunyi, ritme, dan tradisi. Warga dan tamu dari berbagai latar belakang menikmati pertunjukan yang mempertemukan musik lokal Ambon dengan warna global.
Apresiasi untuk Kolaborasi Lintas Negara dan Komunitas
Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan AIMF. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ambon Music Office, panitia pelaksana, serta para musisi dari berbagai negara dan kota yang ikut memeriahkan perayaan.
Kehadiran musisi internasional dan kolaborasi dengan pelaku musik dari berbagai daerah Indonesia menunjukkan bahwa Ambon bukan hanya panggung lokal, melainkan ruang perjumpaan global. Pesan yang disampaikan sederhana namun kuat: musik memiliki daya satukan yang melampaui batas geografis, bahasa, dan budaya.
Musik sebagai Identitas, Bukan Sekadar Branding
Lebih dari sekadar perayaan, enam tahun Ambon City of Music dimaknai sebagai momentum refleksi dan penguatan identitas. Pemerintah kota menegaskan bahwa predikat Kota Musik Dunia tidak boleh berhenti pada label, tetapi harus terwujud dalam keseharian warga—dalam ekosistem pendidikan, ruang kreatif, industri musik, dan kebijakan publik.
Pendekatan ini mendorong musik menjadi motor penggerak pembangunan kreatif. Dari panggung komunitas hingga festival berskala internasional, musik diharapkan hadir sebagai bahasa bersama yang membangun kebanggaan dan daya saing kota.
Semangat Baru untuk Partisipasi Warga
Perayaan enam tahun ACoM juga menjadi pemantik semangat baru bagi warga Ambon untuk terlibat aktif. Pemerintah mengajak komunitas musik, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat luas untuk memperkuat kolaborasi. Partisipasi warga dipandang krusial agar program musik tidak elitis, melainkan membumi dan berdampak nyata.
Dengan partisipasi yang luas, kegiatan musik dapat berkembang menjadi agenda berkelanjutan—mulai dari pertunjukan rutin, residensi seniman, hingga pengembangan talenta muda. Dampaknya bukan hanya pada citra kota, tetapi juga pada peluang ekonomi kreatif dan kohesi sosial.
Jejaring Kota Musik dan Peningkatan Kualitas Festival
Ke depan, Ambon menargetkan peningkatan dari sisi kualitas dan jejaring. Koneksi dengan kota-kota musik lain di dunia menjadi fokus, agar pertukaran pengetahuan, seniman, dan praktik terbaik dapat berlangsung konsisten. AIMF diposisikan sebagai platform strategis untuk mempertemukan jejaring tersebut.
Peningkatan kualitas juga menyasar kurasi program, tata kelola festival, serta pengalaman penonton. Dengan standar yang terus ditingkatkan, Ambon berambisi menghadirkan festival yang tak hanya meriah, tetapi juga relevan dan berkelanjutan.
Inspirasi dari Kota Kreatif Lain di Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Ambon menyampaikan selamat kepada kota-kota di Indonesia yang meraih pengakuan sebagai kota kreatif UNESCO. Pencapaian tersebut dipandang sebagai bukti kekayaan budaya Nusantara yang beragam dan layak dirawat.
Inspirasi dari kota-kota kreatif lain memperkuat tekad Ambon untuk menjaga konsistensi. Setiap daerah memiliki ciri khas; bagi Ambon, musik adalah denyut utama. Dengan belajar dan berkolaborasi, Ambon ingin memastikan predikat City of Music terus terjaga dan berkembang.
Dampak Sosial dan Ekonomi dari Ekosistem Musik
Perayaan musik berskala kota membawa dampak sosial dan ekonomi yang signifikan. Pelaku UMKM, perajin, hingga sektor pariwisata merasakan perputaran ekonomi yang meningkat. Di sisi sosial, ruang publik yang dipenuhi musik memperkuat rasa kebersamaan dan kebanggaan warga.
Ekosistem ini akan semakin kuat bila didukung kebijakan yang ramah kreator—akses ruang tampil, dukungan produksi, hingga promosi berkelanjutan. Pemerintah kota menegaskan komitmennya untuk mengawal ekosistem tersebut agar tumbuh inklusif.
Penutup: Musik sebagai Perekat dan Arah Masa Depan
Penutupan AIMF dengan World Music Concert menegaskan kembali visi Ambon: musik sebagai perekat sosial dan arah masa depan kota. Enam tahun Ambon City of Music bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk lompatan berikutnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor, partisipasi warga, dan jejaring global yang terus diperluas, Ambon optimistis dapat menghadirkan perayaan musik yang lebih besar, lebih berkualitas, dan lebih berdampak. Musik tidak hanya terdengar di panggung—ia hidup dalam jiwa kota dan menggerakkan Ambon untuk semakin dikenal dunia.

Cek Juga Artikel Dari Platform infowarkop.web.id
