musicpromote.online Di tengah derasnya arus globalisasi musik, bahasa daerah sering kali berada di posisi rentan. Banyak generasi muda yang lebih akrab dengan lirik berbahasa asing dibandingkan bahasa ibu mereka sendiri. Namun, sebuah album prove-of-concept berjudul PalembangCore hadir untuk membantah anggapan bahwa bahasa daerah tidak bisa bersanding dengan musik modern.
Album ini digagas oleh Iqbal Makapagal, produser sekaligus musisi yang dikenal dengan nama Ikibaru. Melalui PalembangCore, ia memperlihatkan bahwa bahasa Palembang tetap bisa hidup, bernapas, dan relevan ketika dibungkus dengan pendekatan musik yang dekat dengan keseharian anak muda.
PalembangCore sebagai Eksperimen Budaya
PalembangCore tidak lahir sebagai album komersial semata. Karya ini merupakan eksperimen budaya yang mencoba menjawab satu pertanyaan penting: apakah bahasa daerah masih memiliki tempat di ruang ekspresi modern?
Ikibaru menjawabnya dengan cara yang jujur dan personal. Ia tidak mengubah bahasa Palembang agar terdengar “asing”, melainkan membiarkannya mengalir apa adanya. Bahasa Palembang hadir dengan logat, kosakata, dan rasa yang autentik, lalu dipadukan dengan elemen musik urban seperti pop eksperimental, hip-hop, dan sentuhan elektronik.
Pendekatan ini menjadikan PalembangCore terasa akrab sekaligus segar. Lagu-lagunya tidak terasa seperti materi arsip budaya, melainkan potret kehidupan sehari-hari yang diceritakan dengan bahasa sendiri.
Proses Mandiri yang Penuh Kebebasan
Seluruh proses kreatif PalembangCore dikerjakan secara mandiri dari studio rumah. Pendekatan independen ini memberi Ikibaru kebebasan penuh untuk bereksperimen tanpa batasan industri. Setiap beat, lirik, dan aransemen lahir dari proses panjang yang reflektif dan personal.
Produksi mandiri juga membuat album ini terasa intim. Pendengar seolah diajak masuk ke ruang kreatif sang musisi, menyimak gagasan tentang identitas, bahasa, dan kehidupan urban Palembang yang dituangkan secara organik.
Perpaduan Modern dan Akar Melayu
Meski mengusung gaya urban dan elektronik, PalembangCore tidak kehilangan akar Melayu yang menjadi identitas musikal Palembang. Unsur tersebut terasa dalam pilihan melodi, ritme, hingga nuansa lirik yang sarat dengan nilai kebersamaan dan keseharian.
Inilah kekuatan utama album ini. Modernitas tidak menghapus tradisi, tetapi justru memperkuatnya. PalembangCore menunjukkan bahwa musik daerah tidak harus “dibekukan” dalam format lama untuk tetap autentik.
Cerita Lokal dalam Setiap Lagu
Album PalembangCore terdiri dari sekitar sepuluh lagu berbahasa Palembang. Judul-judul seperti Aku Balek, Tekunci Lawang, Piring, Dak Kenado, Kalu Idak Kito Dem, Rasan Tuo, Katek Jalan, Rewang Makan, hingga Palembang Bossanova menjadi representasi cerita lokal yang sederhana namun bermakna.
Tema yang diangkat dekat dengan kehidupan sehari-hari: kerinduan pulang, relasi sosial, percakapan ringan, hingga refleksi tentang kebiasaan masyarakat. Liriknya lugas, tidak berjarak, dan mudah dipahami, bahkan oleh pendengar yang tidak sepenuhnya fasih berbahasa Palembang.
Bahasa Palembang untuk Generasi Muda
Salah satu tujuan utama PalembangCore adalah menghadirkan bahasa Palembang di ruang keseharian anak muda. Ikibaru ingin bahasa daerah tidak hanya terdengar di lingkungan keluarga atau acara adat, tetapi juga hadir di playlist harian, media sosial, dan ruang ekspresi modern.
Dengan pendekatan musik urban, PalembangCore menjadi jembatan antara generasi. Anak muda dapat menikmati musik yang relevan dengan selera mereka, sementara bahasa Palembang tetap lestari dalam bentuk yang hidup dan dinamis.
Ruang Apresiasi Lewat Media Publik
Lagu-lagu dalam album PalembangCore mendapatkan ruang apresiasi melalui RRI Palembang, khususnya di Pro 4 yang memang dikenal memberi tempat bagi karya musik daerah. Keberadaan album ini di media publik menunjukkan bahwa musik lokal masih memiliki posisi penting dalam ekosistem budaya.
Selain radio, PalembangCore juga dapat diakses melalui platform digital, memungkinkan jangkauan pendengar yang lebih luas, baik di Palembang maupun di luar daerah.
Upaya Pelestarian Bahasa Lewat Musik
PalembangCore menjadi contoh nyata bahwa pelestarian bahasa daerah tidak selalu harus melalui pendekatan formal. Musik menawarkan medium yang emosional dan mudah diterima, terutama oleh generasi muda.
Alih-alih menggurui, PalembangCore mengajak pendengar menikmati bahasa Palembang secara alami. Lewat lagu, bahasa menjadi pengalaman, bukan sekadar materi pelajaran.
Inspirasi bagi Musisi Daerah
Kehadiran PalembangCore membuka peluang dan inspirasi bagi musisi daerah lain. Identitas lokal tidak lagi harus disembunyikan demi relevansi, justru bisa menjadi kekuatan utama dalam berkarya.
Album ini membuktikan bahwa keberanian bereksperimen dengan bahasa dan budaya sendiri dapat menghasilkan karya yang unik dan bermakna di tengah homogenitas musik global.
PalembangCore sebagai Penanda Era Baru
PalembangCore bukan sekadar album nostalgia. Ia menjadi penanda era baru musik lokal Palembang—lebih berani, modern, dan percaya diri dengan identitasnya. Bahasa Palembang tidak diposisikan sebagai masa lalu, melainkan sebagai bahasa yang terus bergerak mengikuti zaman.
Lewat PalembangCore, musik lokal menemukan napas baru. Sebuah napas yang lahir dari akar budaya, namun berani melangkah ke masa depan.

Cek Juga Artikel Dari Platform beritabumi.web.id
