musicpromote.online GASPOL! Goes to Campus 2026 menyapa mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dengan konsep yang berbeda dari acara kampus pada umumnya. Program ini tidak hanya menghadirkan diskusi publik, tetapi juga pelatihan praktis yang relevan dengan tantangan era digital. Debat tentang kuasa dan politik dipadukan dengan eksplorasi musik yang kritis serta pelatihan keterampilan digital.
Atmosfer acara terasa dinamis sejak awal. Mahasiswa memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti sesi live podcast yang menghadirkan narasumber dari latar belakang berbeda. Perpaduan perspektif politik dan kreatif menjadi daya tarik utama dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Melalui program ini, mahasiswa diajak untuk tidak sekadar menyerap informasi, tetapi juga mengolahnya secara kritis dan produktif. GASPOL! membawa semangat literasi, kreativitas, serta keberanian menyuarakan gagasan secara bertanggung jawab.
Diskusi Politik di Era Post-Truth
Sesi pembuka berupa live podcast menghadirkan Aria Bima, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, yang membahas pentingnya berpikir kritis dalam menghadapi dinamika politik. Ia menyoroti fenomena post-truth, di mana opini dan emosi sering kali lebih dominan dibanding fakta.
Dalam suasana diskusi yang interaktif, mahasiswa diajak memahami bagaimana demokrasi memerlukan partisipasi aktif generasi muda. Kritik, menurutnya, adalah bagian penting dalam menjaga kualitas kebijakan publik.
Pendekatan dialogis membuat diskusi terasa lebih dekat dengan realitas mahasiswa. Pertanyaan-pertanyaan kritis dari peserta menunjukkan bahwa isu politik tetap relevan di kalangan kampus.
Kritik Lewat Musik dan Karya Kreatif
Sesi berikutnya menghadirkan Amir dari The Jeblogs, yang mengulas bagaimana kritik sosial dapat disampaikan melalui karya kreatif, termasuk musik. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa ekspresi tidak selalu harus formal atau akademik.
Musik yang berisi dan berisik, menurut Amir, bisa menjadi medium refleksi sosial. Lirik dan nada dapat memotret realitas sekaligus menyuarakan keresahan generasi muda.
Mahasiswa mendapatkan perspektif bahwa kreativitas memiliki kekuatan untuk memengaruhi opini publik. Seni dan politik tidak harus dipisahkan, melainkan bisa saling melengkapi dalam menyampaikan pesan.
Coaching Class Riset dan Storytelling
Tidak berhenti pada diskusi, GASPOL! juga menghadirkan coaching class yang berfokus pada pengembangan keterampilan praktis. Materi riset dan storytelling konten digital menjadi salah satu topik utama.
Peserta diajak memahami bagaimana menyusun narasi yang kuat berbasis data. Kemampuan ini dinilai penting agar informasi yang disampaikan tidak sekadar menarik, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa belajar mengolah ide menjadi konten yang relevan di media sosial. Pendekatan berbasis riset membuat konten lebih kredibel dan berdampak.
Personal Branding dan Media Sosial
Selain riset dan storytelling, personal branding di era digital juga menjadi bahasan penting. Identitas daring seseorang kini berperan besar dalam membangun reputasi profesional.
Mahasiswa diberikan panduan tentang bagaimana membangun citra positif di media sosial tanpa kehilangan keaslian diri. Konsistensi pesan dan integritas menjadi kunci dalam membentuk branding yang kuat.
Media sosial bukan sekadar ruang hiburan, tetapi juga platform untuk menunjukkan kompetensi dan gagasan.
Deteksi Hoaks Berbasis AI
Isu disinformasi menjadi perhatian serius dalam program ini. Melalui sesi deteksi hoaks berbasis kecerdasan buatan, mahasiswa diperkenalkan pada teknologi yang dapat membantu memverifikasi informasi.
Pemahaman tentang cara kerja algoritma dan sistem AI memberikan wawasan baru tentang bagaimana berita palsu dapat menyebar dengan cepat.
Dengan keterampilan ini, mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi arus informasi yang kompleks dan tidak mudah terjebak pada kabar yang menyesatkan.
Generasi Kritis dan Kreatif
GASPOL! Goes to Campus di UNS menunjukkan bahwa ruang akademik dapat menjadi wadah dialog yang segar dan aplikatif. Diskusi politik, ekspresi musik, serta pelatihan digital berpadu dalam satu rangkaian kegiatan yang komprehensif.
Program ini menegaskan bahwa mahasiswa bukan hanya penonton dalam dinamika sosial dan politik. Mereka adalah agen perubahan yang memiliki kapasitas berpikir kritis sekaligus berkreasi.
Melalui kombinasi debat kuasa dan musik yang berisi, mahasiswa diajak memahami bahwa suara mereka memiliki arti. Ditambah dengan keterampilan digital yang relevan, generasi muda diharapkan mampu bersaing sekaligus menjaga nilai integritas.
GASPOL! di UNS menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara diskusi intelektual dan pelatihan praktis dapat melahirkan mahasiswa yang adaptif, kritis, dan kreatif. Dalam era digital yang serba cepat, kemampuan berpikir tajam dan berkarya autentik menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.

Cek Juga Artikel Dari Platform jalanjalan-indonesia.com
