musicpromote.online Isu lingkungan kini semakin mendapat perhatian luas, terutama terkait ancaman mikroplastik yang berdampak pada kesehatan manusia dan kelestarian alam. Di tengah meningkatnya kekhawatiran tersebut, pendekatan kreatif dinilai mampu menjangkau masyarakat secara lebih efektif.
Melihat potensi itu, Kementerian Ekonomi Kreatif melalui program Akselerasi Kreatif Musik menghadirkan sebuah karya musik yang menggabungkan pesan lingkungan dengan ekspresi seni. Pendekatan ini diharapkan mampu mengedukasi publik tanpa terkesan menggurui.
Video Musik Bertema Mikroplastik Diluncurkan
Melalui program AKTIF Musik, Kemenekraf mendukung peluncuran video musik berjudul “Mikro Plastik” yang dibawakan oleh band reggae asal Jawa Timur, Tropical Forest.
Karya ini mengangkat persoalan limbah plastik yang kian mengkhawatirkan, terutama partikel mikroplastik yang tidak kasat mata namun berpotensi masuk ke rantai makanan manusia.
Pesan tersebut dikemas dalam balutan musik reggae yang santai namun sarat makna.
Program AKTIF Musik sebagai Pendampingan Terpadu
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa AKTIF Musik dirancang sebagai program pendampingan terintegrasi bagi musisi daerah.
Program ini tidak hanya berfokus pada penciptaan karya, tetapi juga mencakup aspek industri secara menyeluruh.
Mulai dari pendanaan produksi, perlindungan hak cipta, hingga strategi promosi dan komersialisasi karya menjadi bagian dari ekosistem yang dibangun.
Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat fondasi industri musik lokal secara berkelanjutan.
Perlindungan Hak Cipta dan Profesionalisme
Salah satu aspek penting dalam AKTIF Musik adalah fasilitasi kontrak yang menjamin perlindungan hak cipta dan hak terkait.
Langkah ini dinilai penting agar para pelaku musik tidak hanya kreatif, tetapi juga terlindungi secara hukum.
Dengan adanya kepastian tersebut, musisi diharapkan dapat lebih fokus pada proses berkarya tanpa kekhawatiran terhadap penyalahgunaan karya.
Kolaborasi Musik dan Visual
Video musik “Mikro Plastik” digarap oleh sutradara Eko Poleng bersama rumah produksi Hypno Creative Media.
Karya visualnya menampilkan hubungan antara manusia dan alam yang kian rapuh akibat pola hidup instan dan konsumtif.
Pengambilan gambar dilakukan di kawasan alam Coban Talun, Kota Batu, yang memberikan kontras kuat antara keindahan alam dan ancaman kerusakan lingkungan.
Visualisasi tersebut memperkuat pesan lagu secara emosional.
Alam sebagai Narasi Utama
Pemilihan lokasi alam terbuka bukan tanpa alasan.
Coban Talun dikenal sebagai kawasan hijau yang merepresentasikan keseimbangan ekosistem.
Melalui latar tersebut, penonton diajak merenungkan dampak kebiasaan manusia terhadap lingkungan.
Pesan yang ingin disampaikan tidak bersifat menghakimi, melainkan reflektif dan mengajak perubahan perilaku.
Musik sebagai Bahasa Universal
Kemenekraf menilai musik memiliki kekuatan sebagai bahasa universal.
Pesan yang disampaikan melalui lagu cenderung lebih mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.
Pendekatan ini dianggap efektif untuk menyampaikan isu kompleks seperti mikroplastik kepada generasi muda.
Melalui lirik dan visual, edukasi dapat tersampaikan secara halus namun membekas.
Meningkatkan Kesadaran Publik
Peluncuran video musik ini dimaknai sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya mikroplastik.
Partikel kecil ini kerap masuk ke tubuh manusia melalui air, makanan laut, dan udara.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan jangka panjang.
Dengan pendekatan kreatif, isu tersebut diharapkan tidak lagi dianggap jauh dari kehidupan sehari-hari.
Dukungan bagi Talenta Musik Daerah
Band Tropical Forest menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui AKTIF Musik.
Bagi mereka, keterlibatan negara sangat penting dalam memperluas jangkauan pesan sosial melalui seni.
Dukungan ini juga membuka peluang bagi musisi daerah untuk tampil di level nasional.
Karya lokal pun dapat memiliki dampak yang lebih luas.
Kampanye Lingkungan Lewat Seni
Tropical Forest menilai kampanye lingkungan tidak selalu harus disampaikan melalui pendekatan formal.
Seni dan musik mampu menjadi jembatan komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Melalui lagu ini, mereka mengajak publik mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta memperbaiki kebiasaan pengelolaan sampah.
Pesan tersebut disampaikan dengan cara yang ringan namun bermakna.
Ekonomi Kreatif dan Keberlanjutan
Kementerian Ekraf memandang integrasi antara isu keberlanjutan dan ekonomi kreatif sebagai langkah strategis.
Karya seni tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga potensi ekonomi.
Dengan penguatan produksi, distribusi, dan promosi, karya kreatif dapat memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
Hal ini sejalan dengan visi pengembangan ekonomi kreatif berbasis nilai.
Musik sebagai Agen Perubahan Sosial
Melalui program AKTIF, musik ditempatkan sebagai agen perubahan sosial.
Karya kreatif tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana komunikasi publik.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, industri musik dapat berkontribusi pada isu-isu strategis nasional.
Lingkungan menjadi salah satu isu yang relevan dan mendesak.
Harapan untuk Dampak Jangka Panjang
Kemenekraf berharap karya seperti “Mikro Plastik” dapat menginspirasi musisi lain.
Pendekatan kreatif diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif.
Jika pesan lingkungan terus digaungkan melalui berbagai medium, perubahan perilaku masyarakat dapat tercipta secara bertahap.
Penutup
Peluncuran video musik “Mikro Plastik” melalui program AKTIF Musik menunjukkan bagaimana kreativitas dapat menjadi sarana edukasi yang efektif. Dengan menggabungkan musik, visual, dan pesan lingkungan, Kemenekraf mendorong kesadaran publik sekaligus memperkuat ekosistem musik daerah.
Melalui pendekatan ini, seni tidak hanya menjadi ekspresi, tetapi juga alat transformasi sosial yang mendorong keberlanjutan dan masa depan lingkungan yang lebih baik.

Cek Juga Artikel Dari Platform olahraga.online
