Sejarah dan Perkembangan Gitar dari Masa ke Masa
Gitar merupakan salah satu alat musik paling populer di dunia. Hampir di setiap genre musik—mulai dari klasik, pop, rock, jazz, hingga folk—gitar memiliki peran penting. Namun di balik bentuknya yang kita kenal saat ini, gitar memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan mengalami berbagai perubahan dari masa ke masa.
Perkembangan gitar tidak terjadi secara instan. Instrumen ini lahir dari proses panjang yang melibatkan budaya, kebutuhan musikal, serta inovasi teknologi selama berabad-abad.
Asal Usul Gitar di Eropa
Gitar diyakini mulai berkembang di kawasan Eropa, khususnya Spanyol, pada awal abad ke-16. Istilah gitar sendiri berasal dari kata guitarra latina, yaitu alat musik abad pertengahan yang memiliki tubuh berpinggang dengan empat senar.
Bentuk gitar awal masih sangat sederhana. Ukurannya lebih sempit dan lebih dalam dibanding gitar modern. Pinggang pada bodinya juga belum terlalu menonjol seperti gitar masa kini.
Instrumen ini memiliki hubungan erat dengan vihuela, alat musik populer di Spanyol yang bentuknya menyerupai gitar namun dimainkan seperti lute. Pada masa itu, vihuela digunakan sebagai alternatif lute yang lebih dikenal di wilayah Eropa Barat.
Karakteristik Gitar Abad ke-16
Gitar pada abad ke-16 umumnya memiliki empat rangkaian senar. Senar-senar tersebut direntangkan dari pegbox menyerupai biola menuju jembatan tegangan yang direkatkan langsung ke papan suara.
Pada bagian depan gitar terdapat lubang suara berbentuk lingkaran. Lubang ini sering dihiasi dengan ukiran kayu mawar yang berfungsi tidak hanya sebagai dekorasi, tetapi juga sebagai pengatur resonansi suara.
Penyeteman gitar pada masa ini menggunakan nada dasar C – F – A – D, mengikuti sistem penyeteman vihuela dan lute.
Penambahan Senar dan Evolusi Awal
Perkembangan signifikan mulai terlihat menjelang akhir abad ke-16. Senar kelima ditambahkan untuk memperluas jangkauan nada dan fleksibilitas musikal.
Kemudian pada akhir abad ke-18, gitar mengalami perubahan besar dengan ditambahkannya senar keenam. Sejak saat itu, penyeteman standar E – A – D – G – B – E mulai digunakan dan menjadi standar hingga sekarang.
Perubahan ini menjadikan gitar semakin mampu memainkan harmoni yang lebih kompleks serta mendukung perkembangan komposisi musik.
Perubahan Struktur dan Mekanisme
Selain jumlah senar, struktur gitar juga mengalami banyak inovasi. Pegbox tipe biola yang digunakan pada gitar awal mulai digantikan dengan pegbox datar yang memiliki pasak penyetelan di bagian belakang.
Pada abad ke-19, pasak kayu diganti dengan sekrup logam yang memungkinkan penyetelan nada menjadi lebih presisi dan stabil.
Fret yang sebelumnya diikat menggunakan tali atau usus hewan mulai digantikan dengan fret logam permanen. Hal ini meningkatkan ketepatan nada sekaligus kenyamanan bermain.
Perkembangan Fingerboard
Pada gitar awal, fingerboard atau papan jari berada rata dengan bagian perut gitar. Beberapa fret bahkan langsung dipasang di papan suara.
Memasuki abad ke-19, fingerboard mulai dinaikkan sedikit di atas badan gitar dan diperpanjang hingga mendekati lubang suara. Inovasi ini memberi ruang permainan yang lebih luas bagi pemain dan meningkatkan akurasi teknik.
Revolusi Gitar Abad ke-19
Abad ke-19 menjadi titik penting dalam sejarah gitar. Pada masa ini, bentuk tubuh gitar mengalami perubahan besar.
Bodi gitar dibuat lebih lebar dan sedikit lebih dangkal. Papan suara dibuat lebih tipis untuk meningkatkan resonansi. Secara internal, sistem penyangga papan suara juga mengalami inovasi besar.
Batang melintang digantikan dengan batang radial atau kipas (fan bracing) yang menyebar di bawah lubang suara. Sistem ini mampu memperkuat struktur gitar sekaligus menghasilkan suara yang lebih nyaring dan seimbang.
Peran Antonio Torres
Nama Antonio Torres menjadi tokoh paling berpengaruh dalam perkembangan gitar klasik modern. Ia dianggap sebagai bapak gitar klasik.
Torres merancang gitar dengan ukuran bodi yang lebih besar, papan suara tipis, dan sistem fan bracing yang optimal. Desain inilah yang kemudian menjadi standar gitar klasik hingga sekarang.
Gitar hasil karyanya menggunakan tiga senar usus dan tiga senar sutra yang dilapisi logam. Kombinasi ini menghasilkan suara hangat dan kaya harmoni.
Munculnya Berbagai Varian Gitar
Pada abad ke-19, berbagai bentuk gitar mulai berkembang di berbagai wilayah dunia.
Beberapa di antaranya adalah:
- gitar 12 senar
- gitar double-course
- jarana dari Meksiko
- charango dari Amerika Selatan
Instrumen-instrumen ini menunjukkan bagaimana gitar beradaptasi dengan budaya lokal dan kebutuhan musikal masyarakat setempat.
Gitar di Era Musik Populer
Memasuki abad ke-20, gitar mulai digunakan secara luas dalam musik folk dan populer. Muncul gitar berdawai logam yang dimainkan dengan plektrum.
Jenis gitar ini menghasilkan suara lebih keras dan tajam, cocok untuk mengiringi nyanyian di ruang terbuka atau pertunjukan kecil.
Pada periode ini, gitar mulai menjadi instrumen utama dalam musik hiburan modern.
Lahirnya Gitar Hawaii dan Baja
Inovasi lain yang muncul adalah gitar Hawaii atau steel guitar. Senar gitar ini tidak ditekan ke fret, melainkan dihentikan menggunakan batang logam.
Teknik ini menghasilkan suara meluncur yang khas dan banyak digunakan dalam musik country serta Hawaii.
Revolusi Gitar Listrik
Perkembangan terbesar terjadi ketika gitar listrik diperkenalkan. Pada gitar jenis ini, suara senar tidak sepenuhnya bergantung pada resonansi kayu.
Getaran senar ditangkap oleh pickup elektronik dan diperkuat melalui amplifier. Hal ini memungkinkan volume lebih besar dan eksplorasi efek suara.
Gitar listrik kemudian menjadi simbol utama dalam genre rock, blues, jazz, dan berbagai aliran musik modern.
Gitar di Era Modern
Saat ini, gitar terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi. Muncul gitar akustik-elektrik, gitar digital, hingga model dengan sistem efek bawaan.
Meski bentuknya semakin beragam, prinsip dasar gitar tetap bertahan: senar yang dipetik untuk menghasilkan getaran dan emosi.
Gitar bukan hanya alat musik, tetapi juga media ekspresi lintas generasi.
Kesimpulan
Sejarah gitar adalah perjalanan panjang dari alat musik sederhana hingga instrumen modern yang mendunia. Dimulai dari guitarra latina dan vihuela, berkembang melalui inovasi senar, struktur, dan teknologi, hingga melahirkan gitar klasik, akustik, dan listrik.
Setiap perubahan mencerminkan kebutuhan manusia untuk mengekspresikan perasaan melalui musik.
Hingga kini, gitar tetap menjadi salah satu alat musik paling dicintai karena kesederhanaannya sekaligus kemampuannya menyampaikan emosi secara mendalam.
Baca Juga : Perbedaan Chord Mayor dan Minor Panduan Pemula
Cek Juga Artikel Dari Platform : rumahjurnal

