Skip to content
musicpromote
Menu
  • Sample Page
Menu

5 Kebiasaan yang Mengakibatkan Gangguan Pendengaran

Posted on December 31, 2025December 31, 2025 by admin

Pendengaran Punya Batas, Tapi Sering Diabaikan

Pendengaran manusia bukanlah sistem yang kebal terhadap kerusakan. Organ telinga memiliki batas kemampuan dalam merespons frekuensi dan intensitas gelombang suara. Sayangnya, dalam kehidupan modern yang sarat kebisingan, batas ini sering kali dilampaui tanpa disadari.

Belakangan, isu kebisingan kembali menjadi sorotan publik, khususnya terkait penggunaan sound horeg di Jawa Timur. Pemerintah daerah masih menggodok aturan baku menyusul banyaknya keluhan masyarakat yang merasa terganggu, bahkan mengalami keluhan pada pendengaran.

Ketua MUI Pusat Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Majelis Ulama Indonesia melalui pernyataan Cholil Nafis menyebutkan bahwa penggunaan sound horeg dipersoalkan karena mengganggu pendengaran, kenyamanan umum, hingga orang sakit. MUI Jawa Timur sendiri telah mengeluarkan Fatwa Nomor 1 Tahun 2025 tentang penggunaan sound horeg sebagai bentuk keprihatinan atas dampak kebisingan berlebihan.

Di luar fenomena tersebut, ada sejumlah kebiasaan lain yang sering dianggap sepele, namun berpotensi besar menyebabkan gangguan pendengaran. Berikut lima kebiasaan yang perlu diwaspadai.


1. Terpapar Kebisingan Berlebihan

Bekerja atau beraktivitas di lingkungan bising merupakan salah satu faktor risiko utama gangguan pendengaran. Mesin industri, kompresor, alat berat, hingga lalu lintas padat menghasilkan suara dengan intensitas tinggi yang dapat merusak sel-sel pendengaran secara perlahan.

Penelitian berjudul Noise Exposure and Hearing Loss on Field Operator Compressor House Area menunjukkan bahwa pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung telinga lebih cepat mengalami penurunan fungsi pendengaran dibandingkan mereka yang disiplin menggunakan ear muff atau ear plug.

Paparan kebisingan tidak selalu menimbulkan keluhan instan. Banyak orang baru menyadari pendengarannya menurun setelah kerusakan saraf pendengaran terjadi dan bersifat permanen. Inilah mengapa perlindungan telinga di lingkungan bising menjadi keharusan, bukan pilihan.


2. Penggunaan Earphone Terlalu Lama dan Terlalu Keras

Earphone telah menjadi bagian dari gaya hidup modern, baik untuk mendengarkan musik, menonton video, maupun bekerja. Namun, penggunaan earphone dengan volume tinggi dalam durasi lama dapat merusak sel rambut halus di koklea, bagian telinga dalam yang berfungsi menangkap getaran suara.

Kerusakan pada sel ini bersifat irreversibel, artinya tidak bisa dipulihkan dengan obat maupun tindakan medis biasa. Gangguan pendengaran akibat earphone sering terjadi secara bertahap, sehingga banyak orang tidak menyadari sampai kondisinya memburuk.

Prinsip sederhana yang disarankan adalah aturan 60/60: volume maksimal 60 persen dan durasi tidak lebih dari 60 menit secara terus-menerus. Memberi waktu istirahat bagi telinga sangat penting untuk mencegah kerusakan jangka panjang.


3. Mengorek Telinga Sembarangan

Kebiasaan mengorek telinga menggunakan benda apa pun yang ada di sekitar—seperti peniti, jepit rambut, ujung handuk, atau cotton bud—merupakan kebiasaan berbahaya. Tindakan ini berisiko melukai saluran telinga, menyebabkan iritasi, infeksi, bahkan merusak gendang telinga.

Luka kecil di saluran telinga dapat menjadi pintu masuk bakteri dan jamur. Jika infeksi terjadi berulang, fungsi pendengaran bisa terganggu secara permanen. Mengorek telinga terlalu dalam juga sering mendorong kotoran telinga justru masuk lebih ke dalam, menyebabkan penyumbatan.

Membersihkan telinga seharusnya dilakukan secara terbatas dan hati-hati. Jika terasa tidak nyaman atau pendengaran berkurang, langkah terbaik adalah memeriksakan diri ke tenaga medis, bukan membersihkannya sendiri.


4. Menahan Bersin Terlalu Kuat

Menahan bersin mungkin terdengar sepele, tetapi kebiasaan ini bisa berdampak pada kesehatan telinga. Saat bersin ditahan, tekanan udara meningkat tajam di saluran tuba eustachius yang menghubungkan hidung dan telinga tengah.

Tekanan berlebihan ini dapat menimbulkan rasa nyeri, telinga terasa penuh, hingga gangguan pada telinga tengah. Dalam kondisi ekstrem dan berulang, menahan bersin dapat menyebabkan kerusakan pada gendang telinga.

Bersin adalah refleks alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Membiarkannya terjadi secara alami jauh lebih aman dibandingkan menahannya secara paksa.


5. Terlalu Sering Membersihkan Telinga

Banyak orang menganggap kotoran telinga atau serumen sebagai sesuatu yang harus selalu dibersihkan. Padahal, serumen memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami saluran telinga dari debu, kuman, dan iritasi.

Membersihkan telinga terlalu sering, apalagi dengan cara yang salah, dapat mengganggu keseimbangan alami ini. Serumen yang terdorong ke dalam justru berisiko menyumbat saluran telinga, memicu infeksi, dan menurunkan kemampuan mendengar.

Telinga manusia sebenarnya memiliki mekanisme pembersihan alami. Dalam kondisi normal, serumen akan keluar sendiri tanpa perlu intervensi. Membersihkan telinga hanya diperlukan jika terjadi penumpukan berlebihan dan sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis.


Batas Aman Intensitas Suara Menurut WHO

World Health Organization (WHO) dalam makalah Addressing the Rising Prevalence of Hearing Loss menyebutkan bahwa batas aman paparan suara untuk aktivitas sehari-hari adalah tidak lebih dari 70 desibel.

Jika paparan suara mencapai 85 desibel atau lebih selama lebih dari 8 jam per hari, risiko gangguan pendengaran meningkat secara signifikan. Suara dari lalu lintas padat, peralatan industri, konser musik, hingga earphone dengan volume tinggi termasuk dalam kategori kebisingan yang perlu diwaspadai.

Paparan suara keras tidak hanya berdampak pada telinga, tetapi juga dapat menyebabkan gangguan tidur, menurunkan konsentrasi, dan memengaruhi kesehatan mental, terutama jika terjadi secara terus-menerus di malam hari.


Kesimpulan

Gangguan pendengaran sering kali bukan disebabkan oleh satu peristiwa besar, melainkan akumulasi kebiasaan kecil yang dilakukan berulang. Terpapar kebisingan, penggunaan earphone berlebihan, mengorek telinga, menahan bersin, dan terlalu sering membersihkan telinga adalah contoh kebiasaan yang tampak sepele namun berdampak serius.

Dengan memahami batas kemampuan pendengaran manusia dan menerapkan kebiasaan yang lebih sehat, risiko gangguan pendengaran dapat diminimalkan. Melindungi telinga sejak dini merupakan investasi jangka panjang agar kualitas hidup, komunikasi, dan konsentrasi tetap terjaga hingga usia lanjut.

Baca Juga : Cara Menjaga Kesehatan Telinga agar Pendengaran Tetap Optimal

Jangan Lewatkan Info Penting Dari : wikiberita

Recent Posts

  • Tur Dunia Grup K-Pop Ternama Resmi Masuk Jadwal Konser di Jakarta Tahun Ini, Tiket Langsung Ludes dalam Hitungan Menit
  • Evolusi Konser di Era Digital: Pengalaman Virtual Reality yang Mengubah Cara Kita Menikmati Musik
  • Transformasi Musik Lokal Menuju Panggung Dunia: Rahasia Musisi Indonesia Gaet Pasar Internasional
  • Pendapatan Musik Global Melonjak Tembus Miliaran Dolar, Layanan Streaming Jadi Motor Utama
  • Pink Violet Rilis “IH KACAU”, Lagu Pop Hipdut Relate

PARTNER

suarairama pestanada beritabandar rumahjurnal podiumnews dailyinfo wikiberita zonamusiktop musicpromote bengkelpintar liburanyuk jelajahhijau carimobilindonesia jalanjalan-indonesia otomotifmotorindo ngobrol olahraga mabar dapurkuliner radarbandung radarjawa medianews infowarkop kalbarnewsr ketapangnewsr beritabumir kabarsantai outfit faktagosip beritagram lagupopuler seputardigital updatecepat marihidupsehat baliutama hotviralnews cctvjalanan beritajalan beritapembangunan pontianaknews monitorberita koronovirus museros iklanjualbeli festajunina capoeiravadiacao georgegordonfirstnation 1reservoir revisednews petanimal footballinfo london-bridges sultaniyya phdibanten beritabmkg beritakejagung beritasatu gilabola https://www.jmsit.ac.in/fee-structure/ https://www.jmsit.ac.in/placement/ https://www.jms.ac.in/admission-procedure/ https://www.jms.ac.in/contact-details/ https://promoters-int.com/ https://tqc-egy.com/ https://jslandplc.com/ https://www.cepep.org.py/clinicas/asuncion/ https://framento.com.br/empresa/ https://indonesiapolyurethane.com/ https://www.villadekhaosan.com/ https://solnascentealimentos.com.br/ https://etasaaceros.com/ https://ak-lattice.com/ https://obajeri.com.br/transfer/ https://www.khaosanpalace.com/ https://www.khaosanpalacehotels.com/ https://monguiplazahotel.com/ https://mawaridussalam.ponpes.id/ https://www.ugelhuaylas.edu.pe/ https://www.bhagwati.ac.in/Biochemistry/ https://cpsc.edu.co/contacto/ https://www.cepep.org.py/clinicas/luque/ https://www.smkn1murungpudak.sch.id/ https://www.jackabsalom.com.au/ https://mercedariasmisionerasperu.org/ https://lppm.handayani.ac.id/ https://inovasi.handayani.ac.id/ https://jurnal.handayani.ac.id/ https://jurnal.lppm-stmikhandayani.ac.id/ https://pelaporandesa.lppm-stmikhandayani.ac.id/ https://pps.handayani.ac.id/ https://www.jmsworldschool.org/photo-gallery/ https://www.jmsgi.ac.in/campus/ https://southamericawineguide.com/brazil-guide/ bolsecol.com/tips/ bolsecol.com/blog/ https://www.mikehanrahan.com/ https://kibf.pk/ https://ontala.ir/ https://indoplasma.or.id/ https://tremorfx.com/ https://pousadacecosne.com.br/ https://parctaxi.com/ https://aag.co.id/ https://supercare.com.ph/ https://chillaxheritage.com/ https://www.navalai.com/ https://www.sleepwithinn.com/ https://littlebigcat.com/ibd/ https://chillaxhospitality.com/ https://www.khaosanpalacehotels.com/ https://swobodamarketing.com/ https://pulaskicms.org/pharmacies/ https://bsagroup.in/ https://bolsecol.com/ https://fabritec.pe/asesor.php https://www.intrasog.gov.co/ https://www.mediostic.com/ https://maderaliaperu.com/ https://conteq-expo.com/ https://linhaseletras.com.br/ https://smk-yuppentek5.sch.id/ elsoudi-paper.com subhkirancapital.com https://parkavenuevalets.com/

©2026 musicpromote | Design: Newspaperly WordPress Theme